Selamat pagi, untuk semuanya yang menjelang Rabu.
Supaya nggak butek, mari bincang-bincang sedikit. Ya, sebenarnya yang cuap-cuap hanya saya saja, tapi boleh kok kalau minat komentar.
Di awal posting, saya selalu ingin berbicara tentang nama.
Kenapa 'Wanita Berkalung Perak'?
Satu, keren. Itu saja.
Kedua, inspiratif. Tujuannya.
Ketiga, ...nanti deh, kalau ketemu.
Kenapa 'Perak'?
Karena selain dikenal sebagai aksesoris wanita, perak telah memiliki sejarahnya sendiri. Itu bisa ditanyakan pada mbak Wiki. Yang penting dari perak adalah pandangan orang terhadap warna itu sendiri, terutama wanita.
Ternyata secara psikologis, warna perak dengan wanita memiliki kaitan yang kuat.
Seperti yang dikutip empower-yourself-with-color-psychology.com, warna perak memiliki energi feminin dan stabilitas. Apabila pria punya emas sebagai penanda kekayaan, perak yang biasanya digunakan pada aksesoris wanita ini disinyalir sebagai tanda kekayaan yang stabil, glamor, dan bertanggung jawab.
Selain itu, modernisme terlihat jelas bagi para wanita yang berani menggunakan aksesoris perak, seperti anting, kalung, gelang. Silver juga telah menjadi warna netral yang mampu disandingkan dengan aksesoris warna lainnya, misal pakaian warna cerah atau tas warna gelap. Bahkan perak sendiri seringkali dijadikan bahan dasar untuk melengkapi permata dalam perhiasan atau aksesoris.
Walau begitu, jangan sampai salah mencampur warna yang satu ini. Pakaian yang salah dengan aksesoris perak malah akan memberikan kesan 'membosankan', 'plin-plan', bahkan 'lesu'.
Nah, coba sematkan baik-baik aksesoris warna yang futuristik ini, maka kesan 'tegas' dan 'well-organized' akan tampil dan menunjukkan betapa profesionalnya anda.
Kenapa kalung?
Karena kalung, terutama perak, memiliki...
Eh, jadi artikel. Nggak apa-apa, namanya juga info.
Salam kenal dengan saya, wanita berkalung perak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar