Hello Kitty bukanlah nama asli dari ikon di kiri ini. Hello Kitty adalah nama grup dari Kitty White, keluarga, dan teman-temannya. Ya, Kitty White adalah nama aslinya.
Apa sih sejarah Hello Kitty?
Hello Kitty adalah karakter ikonik dikembangkan oleh perusahaan Sanrio dari Jepang. Hello Kitty telah menjadi salah satu karakter yang paling bermerek di dunia, muncul di segala sesuatu; dari dompet kecil, ponsel, boneka, dan pakaian. Hello Kitty digambarkan berkepala besar, mata kecil serupa kancing, hidung, namun tanpa mulut. Kitty-chan juga terkenal mengenakan pita merah di rambutnya.
Menurut bang Wiki, Hello Kitty merupakan bagian dari dunia fiksi, yang dikembangkan pada tahun 1974, yang berisi tidak hanya dirinya, tetapi sejumlah teman-temannya, termasuk Chococat dan Cinnamoroll. Kitty memiliki keluarga dengan struktur: Ayah (George White), Ibu (Maria White), Kakek dan Nenek (Anthony dan Margaret White), dan saudara kembarnya (Mimmy White). Kitty-chan sendiri juga memiliki kucing peliharaan bernama Charmmy White, yang terlihat seperti Hello Kitty, tapi kurang antropomorfik dan lebih seperti kucing yang sebenarnya.
Tahukah anda, Hello Kitty dasarnya merupakan strategi marketing untuk memasarkan produk. Produk Hello Kitty pertama adalah dompet koin dengan wujud Hello Kitty di atasnya, dan dalam beberapa tahun ini telah diperluas ke sejumlah produk lainnya. Sekarang, Hello Kitty hampir muncul di setiap produk, termasuk para fashion designer brand mahal semacam Dior. Hello Kitty bahkan memiliki taman sendiri yaitu taman Sanrio Puroland di Jepang.
Kamis, 18 April 2013
Selasa, 02 April 2013
Kesehatan Anak, Prioritas Utama Orang Tua
Kesehatan anak pasti menjadi prioritas bagi orang tuanya. Setiap orang tua pasti ingin anak tumbuh kembang secara optimal dan sehat. Oleh karena itu orang tua perlu tahu, apa-apa saja yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dengan begitu nantinya dalam proses pembimbingan bisa lebih optimal.
Ada empat faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan dan kesehatan anak:
1. Lingkungan
Lingkungan yang penuh kasih sayang dan fasilitas yang cukup dalam membentuk rangsangan, membuat pengaruh yang besar terhadap peningkatan taraf kecerdasan si anak. Stimulasi lingkungan yang baik akan menyebabkan penambahan ketebalan korteks (lapisan otak), penambahan jumlah sinaps (penghubung) per neuron (sel saraf) dan penambahan pembuluh kapiler di otak.
2. Kematangan
Perkembangan susunan saraf yang matang akan menjadikan fungsi-fungsi organ tubuh sempurna. Misalnya fungsi indera menjadi lebih sempurna. Hal tersebut dapat membantu anak dalam mengembangkan kemampuannya saat menerima stimulasi.
3. Pengaruh Sosial
Hubungan timbal balik antara anak dengan lingkungan sosial, seperti pengasuhan dan pendidikan akan mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Pengasuhan yang hangat dan penuh kasih sayang mampu meningkatkan perkembangan dan kesehatan anak.
4. Nutrisi
Kesehatan anak bergantung pada nutrisi yang ia terima. Nutrisi juga memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak secara keseluruhan, baik fisik maupun otak. Pemberian nutrisi yang mencukupi kebutuhan dan menerapkan pola gizi seimbang hendaknya diberikan sejak janin dalam kandungan. Ada teori yang menyatakan tentang periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt), yakni ketika usia kehamilan ibu memasuki trimester tiga dan setelah bayi lahir hingga berusia 2 tahun.
Memang menjaga anak tidak semudah kelihatannya, namun bukan hanya ibu saja yang berkewajiban, seorang ayah pun harus tahu apa saja yang menyebabkan tidak optimalnya tumbuh kembang anak
Ada empat faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan dan kesehatan anak:
1. Lingkungan
Lingkungan yang penuh kasih sayang dan fasilitas yang cukup dalam membentuk rangsangan, membuat pengaruh yang besar terhadap peningkatan taraf kecerdasan si anak. Stimulasi lingkungan yang baik akan menyebabkan penambahan ketebalan korteks (lapisan otak), penambahan jumlah sinaps (penghubung) per neuron (sel saraf) dan penambahan pembuluh kapiler di otak.
2. Kematangan
Perkembangan susunan saraf yang matang akan menjadikan fungsi-fungsi organ tubuh sempurna. Misalnya fungsi indera menjadi lebih sempurna. Hal tersebut dapat membantu anak dalam mengembangkan kemampuannya saat menerima stimulasi.
3. Pengaruh Sosial
Hubungan timbal balik antara anak dengan lingkungan sosial, seperti pengasuhan dan pendidikan akan mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Pengasuhan yang hangat dan penuh kasih sayang mampu meningkatkan perkembangan dan kesehatan anak.
4. Nutrisi
Kesehatan anak bergantung pada nutrisi yang ia terima. Nutrisi juga memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak secara keseluruhan, baik fisik maupun otak. Pemberian nutrisi yang mencukupi kebutuhan dan menerapkan pola gizi seimbang hendaknya diberikan sejak janin dalam kandungan. Ada teori yang menyatakan tentang periode pacu tumbuh otak (brain growth spurt), yakni ketika usia kehamilan ibu memasuki trimester tiga dan setelah bayi lahir hingga berusia 2 tahun.
Memang menjaga anak tidak semudah kelihatannya, namun bukan hanya ibu saja yang berkewajiban, seorang ayah pun harus tahu apa saja yang menyebabkan tidak optimalnya tumbuh kembang anak
Langganan:
Komentar (Atom)

